Digidoy
Bikin Gempar Orang Medan

Ibarat pepatah
mengatakan Sambil Menyelam minum air, begitulah kira-kira ungkapan yang bisa
kulontarkan untuk kehadiran digidoy di Kota Medan tercinta ini. Memanfaatkan
era digital yang semain canggih plus celotehan yang memperkenalkan Kota Medan
melalui ikon-ikon terkenalnya adalah ciri dari Digidoy yang luar biasa ini.
Pastinya kesan yang dapat diambil setelah pertama kali membaca komik strip ini
adalah mata seakan tak mau berpaling, rasanya seperti mangga muda, asem-asem
manis gitu.
Jika sebelumnya Medan
mempunyai ikon-ikon terkenal, sebut saja Menara Air Tirtanadi, Masjid Raya
Medan, hingga Istana Maimun, yang biasanya hanya digambarkan lewat-lewat
buku-buku atau travel-travel wisata, kini bisa dinikmati lewat perpaduan komik
yang pastinya siapapun anda yang membacanya akan menyempatkan sebentar melirik
karya anak Medan satu ini. Cocok kali memang anak-anak kreatif dan inovatif
yang memiliki jiwa seni tinggi untuk menampilkan ide gila ini. Yap, benar ide
gila yang membuat Medan bisa dinikmati lewat bahasa seni yang tentunya cocok di
segala umur lewat celotehan Digidoy Komik ini.
Karakter-karakter yang
kuat serta jalan ide cerita setiap momennya memang sudah tepat mewakili Medan
sebagai kota metropolitan terbesar ketiga di Indonesia. Kalau orang Medan menyebutnya
memang Top Kali kutengok barang satu ini, begitu kira-kira. Selama ini kita
hanya melihat karikatur-karikatur lewat tokoh-tokoh kartun di sebagian surat
kabar yang terbit memang masih kaku dan kurang menguras minat para pembaca
untuk senang apalagi sampai ketagihan untuk terus mengikuti jalan ceritanya.
Dan sekali lagi Digidoy Komik melihat celah ini, dan mengemas karyanya sehingga
dinimati banyak orang.
Sebagai contoh lihat
saja beberapa potong strip komik di bawah ini. Ide ceritanya menarik bahkan tak
jarang mengundang gelak tawa siapapun yang membacanya. Komik ini ibarat oase di
tengah padang pasir zaman saat ini. Iya, oase ditengah kegaduhan politik yang
kita saja sudah muak melihat masalah-masalh tersebut di televisi. Memang
anak-anak Medan selalu membuat takjub dan segudang cerita, walaupun terkadang
keras, namun tak dapat dipungkiri keramahan serta kesan yang sulit dilukiskan
menjadi ciri utama anak-anak Medan.
Cerita Digidoy yang
diadaptasi dari kejadian sehari-hari masyarakat Medan memang betul-betul klop
dan cocok kali. Penulisnya pastilah dedengkot kota Medan yang memang menjiwai
seluk beluk aneka ragam kegiatan orang-orang Medan. Hal ini memang sangat
penting untuk menguatkan dan memberi jiwa daris setiap ide cerita yang
ditampilkan.


Belum lagi
pemilihan-pemilihan karakter yang memang mewakili orang Medan dalam komik ini
sulit terbantahkan bahwa komik ini dibuat memang “Made In Medan” barang Medan.
Lihat saja karakter Doy, seorang anak muda yang mewakili jiwa muda anak Medan,
trendy dan bergaya kebanyakan anak-anak muda saat ini. Belum lagi ada sosok
Dev, yang mewakili kalangan ‘melek teknologinya’. Ditambah Coki, alias Ucok
seorang perantau yang paling bisa menghadirkan momen-momen tak terduga di setiap ceritanya. Dan ada Digi, makhluk
digital yang perannya kalau bisa dibilang sebagai ‘doraemon-nya anak Medan’
pintar, melek teknologi, namun berpengetahuan tentang Medan yang luar biasa.


Terakhir, teruslah
mengeluarkan ide-ide cerita yang menampilkan ikon-ikon kota Medan, baik dari
segi budayanya hingga cermin masyarakatnya. Orang Medan sudah lama tidak
melihat kegilaan satu ini, dan pastinya buat kami orang Medan merasa gempar
akan kehadiranmu, dan merasa bukan orang medan kalau tidak menikmati setiap
celotehan-celotehan karya terbaikmu. Semoga kedepan semakin berjaya dan membuat
kami sebagai anak Medan bangga memilikimu, cocok abang rasa, bungkus. (www.digidoy.com)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar