Kamis, 18 Juni 2015

Lomba nulis blog digidoy komik

Digidoy Bikin Gempar Orang Medan

https://fbcdn-sphotos-b-a.akamaihd.net/hphotos-ak-xpf1/v/t1.0-9/10996233_330101233854579_294139563797850851_n.jpg?oh=79dfdb7b474b03588e070a23f9ddacde&oe=55ED7A26&__gda__=1445209319_470af56d0e02ca469b93d69a7c164a2a

Ibarat pepatah mengatakan Sambil Menyelam minum air, begitulah kira-kira ungkapan yang bisa kulontarkan untuk kehadiran digidoy di Kota Medan tercinta ini. Memanfaatkan era digital yang semain canggih plus celotehan yang memperkenalkan Kota Medan melalui ikon-ikon terkenalnya adalah ciri dari Digidoy yang luar biasa ini. Pastinya kesan yang dapat diambil setelah pertama kali membaca komik strip ini adalah mata seakan tak mau berpaling, rasanya seperti mangga muda, asem-asem manis gitu.
Jika sebelumnya Medan mempunyai ikon-ikon terkenal, sebut saja Menara Air Tirtanadi, Masjid Raya Medan, hingga Istana Maimun, yang biasanya hanya digambarkan lewat-lewat buku-buku atau travel-travel wisata, kini bisa dinikmati lewat perpaduan komik yang pastinya siapapun anda yang membacanya akan menyempatkan sebentar melirik karya anak Medan satu ini. Cocok kali memang anak-anak kreatif dan inovatif yang memiliki jiwa seni tinggi untuk menampilkan ide gila ini. Yap, benar ide gila yang membuat Medan bisa dinikmati lewat bahasa seni yang tentunya cocok di segala umur lewat celotehan Digidoy Komik ini.
Karakter-karakter yang kuat serta jalan ide cerita setiap momennya memang sudah tepat mewakili Medan sebagai kota metropolitan terbesar ketiga di Indonesia. Kalau orang Medan menyebutnya memang Top Kali kutengok barang satu ini, begitu kira-kira. Selama ini kita hanya melihat karikatur-karikatur lewat tokoh-tokoh kartun di sebagian surat kabar yang terbit memang masih kaku dan kurang menguras minat para pembaca untuk senang apalagi sampai ketagihan untuk terus mengikuti jalan ceritanya. Dan sekali lagi Digidoy Komik melihat celah ini, dan mengemas karyanya sehingga dinimati banyak orang.
Sebagai contoh lihat saja beberapa potong strip komik di bawah ini. Ide ceritanya menarik bahkan tak jarang mengundang gelak tawa siapapun yang membacanya. Komik ini ibarat oase di tengah padang pasir zaman saat ini. Iya, oase ditengah kegaduhan politik yang kita saja sudah muak melihat masalah-masalh tersebut di televisi. Memang anak-anak Medan selalu membuat takjub dan segudang cerita, walaupun terkadang keras, namun tak dapat dipungkiri keramahan serta kesan yang sulit dilukiskan menjadi ciri utama anak-anak Medan.
Cerita Digidoy yang diadaptasi dari kejadian sehari-hari masyarakat Medan memang betul-betul klop dan cocok kali. Penulisnya pastilah dedengkot kota Medan yang memang menjiwai seluk beluk aneka ragam kegiatan orang-orang Medan. Hal ini memang sangat penting untuk menguatkan dan memberi jiwa daris setiap ide cerita yang ditampilkan.

https://fbcdn-sphotos-d-a.akamaihd.net/hphotos-ak-xpt1/t31.0-8/s960x960/1658340_216068215257882_739708531_o.jpg                        https://scontent-sin1-1.xx.fbcdn.net/hphotos-xpf1/v/t1.0-9/1782049_216069275257776_66707996_n.jpg?oh=62185d0b3b04d971895775c737193ef9&oe=56342C36

https://scontent-sin1-1.xx.fbcdn.net/hphotos-xfa1/v/t1.0-9/11401186_366475293550506_8150889452568732612_n.jpg?oh=615354e3dc1f830f919a15414dc3c68f&oe=55EEE342                     https://fbcdn-sphotos-c-a.akamaihd.net/hphotos-ak-xat1/v/t1.0-9/11535868_368391426692226_4354833705361720561_n.jpg?oh=278758f1039ba7d2ec8b35ceba15736c&oe=5631FBC2&__gda__=1445793053_c1cb1f330a2f1672dc41bdfb50a506dd

Belum lagi pemilihan-pemilihan karakter yang memang mewakili orang Medan dalam komik ini sulit terbantahkan bahwa komik ini dibuat memang “Made In Medan” barang Medan. Lihat saja karakter Doy, seorang anak muda yang mewakili jiwa muda anak Medan, trendy dan bergaya kebanyakan anak-anak muda saat ini. Belum lagi ada sosok Dev, yang mewakili kalangan ‘melek teknologinya’. Ditambah Coki, alias Ucok seorang perantau yang paling bisa menghadirkan momen-momen tak terduga di  setiap ceritanya. Dan ada Digi, makhluk digital yang perannya kalau bisa dibilang sebagai ‘doraemon-nya anak Medan’ pintar, melek teknologi, namun berpengetahuan tentang Medan yang luar biasa.

https://scontent-sin1-1.xx.fbcdn.net/hphotos-xfp1/v/t1.0-9/10430453_322191951312174_299221815612690315_n.jpg?oh=e487977fadd951462012f8dd96c47a89&oe=5628BA79       https://scontent-sin1-1.xx.fbcdn.net/hphotos-xpf1/v/t1.0-9/9808_320106988187337_4948551233092668151_n.jpg?oh=af2f05678bdb6f57d2f28998cd89acb0&oe=5629C42D

https://fbcdn-sphotos-a-a.akamaihd.net/hphotos-ak-xpt1/v/t1.0-9/10923208_318892204975482_3863353542249776536_n.jpg?oh=df745f199220c6d637fd6cf747d2bbd4&oe=55F0F5B9&__gda__=1445798333_51c0fc782692329c24e2634c7827e8d1             https://fbcdn-sphotos-h-a.akamaihd.net/hphotos-ak-xpt1/v/t1.0-9/10941442_322193501312019_5922074631408723910_n.jpg?oh=426d107ea6d647b1434a50c26cf6168b&oe=55F2C81D&__gda__=1441266969_9a74f37ef24b9d8e69dbdfcd14e23aa9

Terakhir, teruslah mengeluarkan ide-ide cerita yang menampilkan ikon-ikon kota Medan, baik dari segi budayanya hingga cermin masyarakatnya. Orang Medan sudah lama tidak melihat kegilaan satu ini, dan pastinya buat kami orang Medan merasa gempar akan kehadiranmu, dan merasa bukan orang medan kalau tidak menikmati setiap celotehan-celotehan karya terbaikmu. Semoga kedepan semakin berjaya dan membuat kami sebagai anak Medan bangga memilikimu, cocok abang rasa, bungkus.  (www.digidoy.com)